Tuesday, October 9, 2007
Stressed in, Stressed Out
Kalau aku sejak pagi bisa duduk tenang mengerjakan semua, mungkin saat itu semua sudah selesai.
Tapi seharian kemarin, telpon terus berdering. Dari customer, dari agent, dari kantor merak lah. Belum lagi bos ku sedikit-sedikit manggil, minta ngecek ini, ngecek itu, minta data ini, data itu. Belum lagi email error terus SMTP nya. Alhasil, aku bolak balik dipanggil si manager akunting yang gagal terus kirim email ke Tokyo.
Arrrrrrrrrghhhhh....
Tumpukan file di mejaku terus bertambah. Telpon terus-terusan berdering karena sebentar lagi libur lebaran dan para customer begitu khawatir kalau nanti kapal-kapal dan kargo mereka ngga ada yang urus selama liburan itu.
Come On! Kok kayak yang mau the end of the world banget. Mereka mau pergi libur lebaran, khawatir banget sama kapal dan cargo nya sampe harus nelponin aku semuanya.
Kembali ke komputerku. Komputerku sepertinya kebingungan dengan ratusan nama file yang setiap hari aku tambahkan. Mungkin dalam sehari, ada 5 file Excel baru yang aku tambahkan, dan totally dalam sehari ada 6 sampai 7 file excel yang harus aku update database nya. Belum lagi system operational. Schedulle.
Duuhhh!
Sore itu, pukul 18.30 pekerjaan masih sisa beberapa yang harus diselesaikan. Tapi otakku sudah stuck... sudah tidak bisa berfikir lagi. Rasanya lesu. Aku bahkan tidak merasa ingin makan walaupun seharian perut belum terisi. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang. 18.45
Pukul 19.05 aku sampai di kosku. Kika dan suaminya sedang sibuk packing untuk mudik besok. Meskipun badan sudah lesu, aku ikut bergabung packing supaya barang-barang bawaanku dititip di mobil Andie jadi besok aku mudik dengan tangan kosong. Bersamaan dengan nge-pack barang. Aku menyisihkan pakaian-pakaian yang sudah jarang dipakai. Aku sumbangkan untuk orang-orang yang membutuhkan. Alhasil, lemariku kosong dan badanku bertambah lesu.
20.00 malem. Aku teringan kedua keponakanku, Ines & Sazline. Aku belum beli apapun untuk mereka. Padahal untuk yang lain, Zelvi & Imel aku sudah membelikan baju untu mereka. 21.10 i'm going to Ambassador!
HUaa...Yes I did!
meski badan lemas, perut masih kosong... aku kelilingin Ambasador hunting baju-baju lucu untuk kedua keponakanku itu. Karena tak kuat dengan rasa lesu dan lapar, aku mampir sejenak di Chowking. Mengisi perut.
Pukul 22.00 aku sudah kembali di kosan. Badanku sudah payah. Akhirnya bertemu dengan kasur tercinta....TIDUR!!
To be continued dulu ya.... mas ku sayang protes, ditinggal kelamaan..
Monday, October 1, 2007
A long long way home..[part 1]
Jika ada yang bertanya kapan saat-saat yang paling melelahkan untukku dalam satu minggu? Jawabanku bukan hari-hari senin sampai jumat dimana harus berkutat dengan laporan, jadwal yang ketat,customer,stock..
Sebaliknya, untukku weekend adalah saat-saat yang paling menyedot energi dan fikiran terbanyak. Bahkan, aku baru merasa berubah menjadi wonder-woman diwaktu weekend.
Kita ambil contoh weekend kemarin ini.
Seperti biasa, dimulai dari hari Jumat. Jumat jam 5 teng tepatnya setelah lepas dari jam kantor.
Sama seperti wonder-woman, aku langsung berubah wujud. Ssort skirt kesayanganku kuganti celana jeans, Kemeja diganti T-shirt casual.
Jumat ini ada yang sedikit berbeda. Bukan sedikit, banyak malah.
Bawaanku.
Jadi gini, 3 hari sebelum Jumat itu, kantor membagikan paket sembako untuk karyawan. Duh, isinya jangan ditanya, barang2 bahan bangunan [dibaca : berat] semua.
Ada Tepung terigu 1 KG, Gula pasir 1 KG, Kacang Tanah mentah 2 Kg [beneran nih,serius],Biskuit kaleng besar [ya, betul], susu kental manis,minyak goreng yang 1 liter-an,kopi,teh dalam kemasan yang besar-besar.
Dalam fikiranku di hari itu. "ini gimana cara ngangkutnya ke kos-an ya?"
Satu hari setelah terima sembako itu aku telpon ibuku, lalu iseng aku cerita.
"bu, rin dapet sembako dr kantor banyak bangeet kyk buat korban banjir. tapi masih di kantor, belom diangkut ke kosan" mendengar cerita itu, dasar ibu-ibu, ibuku langsung dengan penuh semangat berkata.
"nanti jumat jangan lupa, dibawa aja ke Bandung ya sembako nya, lumayan buat bikin-bikin kue"
Waduh.
Dibawa ke Bandung? nggak salah?
Meskipun sudah merengek-rengek ngeles supaya sembako itu nggak usah daibawa ke bandung, akhirnya aku mengalah juga.
Kembali ke cerita Jumat itu.
Akhirnya pukul 5 tepat aku berlari-lari kecil mengejar waktu. Biasanya sih nggak berlari-lari kecil, tapi hampir berlari betulan. Tapi bawaan kali ini, beratnya bukan main-main! Rasanya ingin nangis bombay saking beratnya. Tapi karena gengsi, di depan orang yang kutemui di lift atau di lobby aku masih senyum-senyum say "hi".
Tapi setelah kira2 200 meter meninggalkan gedung,dan mendekati terminal busway barula aku mulai meringis-ringis.
BUSWAY?
Ya Ya Ya..... Huhhh weekend ini aku terpaksa ke Bandung naik bis karena hampir semua travel sudah sold-out di booking orang!
Aduuwh pada ngapain sih kok ampir semua orang ke bandung gitu? dan gak kasih kesempatan satu aja tempat duduk buat aku yang bawaannya sekarung gini?!
Naik kereta? gak keburu... last train udah berangkat pukul 4.30 beserta Kika di dalamnya. Huhuhu..... hiks...
Dan demi mencapai bis Jakarta-Bandung di kampung rambutan, aku terpaksa naik Busway sampai kampung Rambutan.
Bagi yang tidak tinggal di jakarta atau kurang menggauli Jakarta, mungkin belum tahu kalau mengantri busway pada jam 5 sore keatas itu sama saja dengan bunuh diri.
Kalau sekiranya punya penyakit asma, jantungan, atau darah tinggi, sebaiknya menghindari busway di jam segitu.
Bukan hanya berhimpit-himpit dengan ratusan orang dengan aroma dan emosi yang berbeda-beda, juga terseret-seret kesana kemari, kadang-kadang kena sikut, kena peolotan orang gara-gara injek kakinya, dan ada bonus special di bulan ramadhan. Ada wewangian khusus dari orang-orang yang sedang berpuasa tapi masih cuap-cuap ngerumpi di tengah desakan orang. ckckck..
Dan aku punya bonus lainnya lagi. Kantung bawaan berisi sembako entah lima kilogram sekian!
Duh!
Dan bagi yang kurang tahu tentang rute Busway, kalau mau ke kampung rambutan naik Busway dari terminal Bundaran HI (tempatku naik), maka kita harus 4x pindah busway di 4 terminal.
Berhenti di terminal Dukuh Atas, pindah ke busway berikutnya lalu turun di Matraman.
Dari Matraman pindah lagi ke arah yang ke Kampung Melayu.
Terakhir, dari Kampung Melayu naik yang ke arah kampung rambutan.
Hebat ya?
Perjalanan dari Thamrin pukul 05.10 pm, sampai di kampung rambutan pukul 07.05 pm.
FIUH!
to be continued..
Thursday, September 27, 2007
Happiness is a journey, not a destination
-- TO ALL MOMS (and mommy wanna be)....
Pusingya Jadi Ibu Jaman Sekarang
Kalo denger omongannya ibu-ibu kita jaman dulu (yang sekarang berarti udah jadi neneknya anak2 kita...), kayaknya punya anak gampang banget deh ngurusnya. Mertuaku aja pernah bilang, "Mama sih dulu ngurus anak2 gampang, tinggal kasih makan, lempar... kasih makan, lempar..." Maksudnya kali, anaknya tinggal dikasih makan aja, abis itu nggak pusing mau ngapain terserah anaknya. Yah, berarti berbahagialah wahai ibu2 jadul ..... (jaman dulu)
Sebenarnya biarpun jaman udah maju, ibu2 sekarang belanja tinggal ke supermarket, ada babysitter, ada mesin cuci, rice cooker, internet, dll, tapi perjuangan melawan musuhnya justru lebih berat loh. Dibahas yok.... dari awal ya :
Hamil
Begitu tau hamil, mesti ke dokter kandungan, searching dulu dokter mana yang top punya. Trus, musti ke lab, takut ada tokso. Diresepin vitamin macem2, penguat kandungan, minum susu khusus ibu hamil, musti USG (kalo perlu yg 5 dimensi kalo ada, biar bisa keliatan pori2 bayinya), jangan lupa ikut senam hamil, ikut seminar, parenting class.
Oya, belanja baju hamil juga penting, perut buncit tetep harus chic dong..... trus, beli krem perut, supaya jangan ada strecthmark nantinya. Beli lagu2 om Mozart, puterin supaya anaknya jenius juga. Soal makanan juga penting, musti banyak makan ikan, supaya anaknya pinter kayak orang Jepun. Tapi pusing juga milih ikannya, soalnya isunya ikan yang dijual pada berformalin, trus katanya jangan makan seafood terutama kerang, soalnya banyak menyerap timbal yg ada di Teluk Jakarta, anaknya bisa autis. Juga paling ngeri kalo lagi di jalan raya yang banyak bisnya ngeluarin asap2 hitam, kan katanya bisa jadi salah 1 penyebab anak autis juga.
And then, jangan makan sate dan lalapan, takut kena tokso juga. Dan terpaksa cuti ngopi 9 bulan, katanya menyerap sari makanan, anaknya bisa kur-giz. Trus, olahraga jangan lupa, from mall to mall... he.. he.. he..
Penyakit
Setelah anaknya lahir (secara Caesar, ya gimana ya... mau normal kata dokternya anaknya kelilit usus) cepet2 cari babysitter yang jago megang bayi. Rajin2 imunisasi ke dokter, soalnya hari gini banyak penyakit yg aneh2. Trus siap2 aja dompet kosong soalnya muahal2 vaksinnya. Trus langganan BPP (BatukPilekPanas) , musti fisioterapi lah, cek alergi lah... Kalo ditanya, gara2 apa, jawabannya pasti karena virus.
Sekolah & Les
Anaknya uda bisa duduk, mulai hunting sekolah, abis bayi2 yg lain juga udah sekolah... bayi gaul gitu loh... Jangan sembarangan juga pilih sekolah, minimal harus yg 3 bahasa, biar nyerocosnya lancar. Liat juga fasilitasnya, mesti ada kolam renang, lapangan bola, komputer, salon.... buat mama2 nunggu anak jadi anteng, becanda... becanda...
Sistemnya juga macam2, pilih deh mana yg paling sreg, Montessori, IB, Cambrigde, sekolah alam, dll. Soal uang masuk + uang sekolah? No problemo, demi anak... (demi gengsi mama juga sih....) Belom lagi lesnya, pilihan banyak, ada Kumon, Sempoa, Inggris, Mandarin, Balet, Renang, Tenis, Modelling, Drama, Komputer, Gokart juga ada, ayo dipilih... dipilih... dipilih....
Masak
Sementara itu tugas masak babysitternya ditake over, karena ternyata doyan banget MSG, nggak pernah dibeliin, bela2in beli sendiri, jadi mulai saat itu, mama jadi koki pribadi. Tapi mau belanja juga kudu ati2, beli beras jangan2 pake pemutih, beli terasi katanya pake pewarna kain, beli sayur musti cuci di air mengalir kalo ngga bisa kemakan pestisida, beli ikan & tahu, ada pengawetnya, beli tempe/tepung maizena/jagung takut juga, katanya dari tanaman transgenik, beli buah kalo yang nggak ada bijinya juga katanya transgenik. Beli biskuit kudu baca label, takut mengandung lemak trans, beli minuman botol juga ngeri takut gulanya gula buatan, pake pewarna nggak jelas dan pengawet extra banyak. Pusiiiiiing. .... Susu kaleng juga akhirnya di-PHK atas sabda dokter, katanya campuran dalam susu kaleng bisa memicu alergi. Padahal mahal loh belinya, banyak campurannya yang bisa bikin pinter lagi, katanya... katanya.... Nah sekarang jadi balik ke jadul, langganan susu sapi segar, fresh from the moo moo.
Masih soal makanan, setelah bisa makan padat dan harus bawa bekal ke sekolah, nambah lagi pusingnya mikirin menu sehat apa yang harus dibawa tiap hari. Kalo anak2 lainnya sih di sekolah ada yang menunya berkisar antara ayam goreng - kentang goreng - nugget - sosis. Keliatannya sih menu orang kota, modern, praktis, tapi kan... ayamnya aja pahanya segede ulekan, maklum ayam tiap hari dicekokin hormon, ngeri deh... trus kalo nugget & sosis, rumornya juga kan nggak jelas bahan baku sebenarnya dari apa, beneran daging atau..??? Takuuuuut..
Susahnya pula, udah dikonsepin menu sehat, dasar bocah kalo liat pembantu jajan, eh ikutan nimbrung nyomot krupuk pelangi (abis warnanya sama tuh kayak warna daster), ikut nyicip bakso tikus, tempe goreng dari warteg yg digoreng pake minyak jelantah edisi ke 10 (maksudnya udah bekas nggoreng 10 kali).
Babysitter & Pembantu
Masalah babysitter & pembantu juga nggak ada abisnya, udah carinya susah, di yayasan stoknya banyak tapi pas ditanya2 ogah2an kayak nggak niat kerja. Ada yg baru sehari kerja udah nangis2 minta pulang inget kampung, ada juga yg langsung menebar pesona kiri kanan, ada yg hamil nggak ketauan, ada yg sempet ngamar di motel deket rumah sama satpam, ada yg suka nyuri, yg kabur manjat pagar gara2 kepincut karyawan tetangga sebrang trus diajak kawin lari pdhl baru kenal seminggu, juga ada yg suka banding2in fasilitas & gaji. Masih soal babysitter & pembantu, ngeri banget kalo ngebayangin pas mereka ngelakuin hal yang aneh2 itu jangan2 ada anak kita... ih amit2.
Makanya aku rela deh, nggak jadi wanita karier asal bisa memantau anak. Tambah mantap lagi jadi stay at home mom setelah mendengar obrolan (nguping sih tepatnya) para pembantu yg lagi nungguin anak sekolah, ayo tebak, apakah obrolan mereka...?? Serem, serem... ternyata kalo nggak ada majikan, mereka suka nonton pilem xxx......
Tontonan, Games, dan Bacaan
Pernah bayangin nggak kira2 bakal kayak gimana lagi ya perkembangan teknologi 5 atau 10 tahun ke depan. Soalnya yang sekarang aja udah yang bisa bikin ortu sport jantung. Gara2 banyak tontonan ngaco di TV, bikin anak juga ikut ngaco. Bayangin deh, film yg lagi diputer sih film anak2, masih pagi pula, tapi iklannya itu loh... masa iklanin sinetron pas lagi adegan mau diperkosa, atau lagi tampar2an. Eh suka juga iklanin acara mistik di sela2 film kartun, alhasil malamnya si anak nggak bisa tidur gara2 mimpi buruk.
Nyebelin kan... Apa musti langganan Astro aja nih... biar nontonnya Play House Disney Channel aja, tapi kalo neneknya lagi datang trus maksa buka channel sinetron ya susah juga ya.
Trus juga, gara2 gampang banget tuh dapetin film2 yg warnyanya biru itu, bikin tambah stress lagi. Pernah lagi cari barang di pasar, lewatin lapak2 yg jual DVD, wah, musti pinter2 deh pake siasat supaya si anak matanya nggak sampe ngeliat gambar2 di sampul DVD itu... ngajak dia ngobrol seru dan tarik tangannya supaya cepet2 lewat dr situ.
Belum lagi masalah bacaan, komik2nya tuh, penerbitnya nggak pake rating punya, pukul rata aja pokoke komik ya untuk anak2, nggak peduli isinya adegan ranjang.
Lalu kalo lewatin penjual majalah juga kudu ati2, soalnya Donal Bebek bisa bersebelahan sama Playboy tuh. Mentang2 si Donald juga ngga pake celana kali ya.
Oya, soal games juga bikin serem. Kasian deh banyak ortu yg nggak ngerti, asik aja ngisi games di PS anaknya tanpa perhatiin rating gamesnya. Belom lagi games online, yang tokohnya suka seksi2 banget kostumnya.
Rekreasi
Dulu belum jaman banyak mall, kayanya kalo rekreasi sukanya ke Taman Ria, Ragunan, Monas. Kalo yg jauhan ya ke Lido, Cibodas, Puncak. Sekarang kalo ditanya mau kemana, pasti jawabnya mau ke mall, main di Timezone, makan es krim Baskin Robbins, HokBen, Mc Donald, Pizza Hut...
Trus mampir (tepatnya dipaksa mampir karna tangannya udah ditarik2 anaknya) ke Kid Station, liat2 mainan import, ya Hotwheels lah, Transformer lah. Sementara jantung mamanya berdegup2 gara2 liat harga mainan nolnya banyak banget...
Gaul
Soal gaul juga musti diawasin nih, hari gini anak ingusan aja banyak yg diperkosa. Penculikan juga banyak. Punya temen akrab sesama cowok, takut homo, punya temen akrab cewek, takut ntar terjadi pernikahan dini.
Belum lagi pemalakan di sekolah, peredaran narkoba di kantin, tawuran, pelajar plus plus (ayam malam). Saing2an model HP, kendaraan, nongkrong di pool, cafe, bla.. bla..
Nah, begitulah kira2 gambaran perjuangan seorang ibu jaman sekarang. Gimana, berat kaaann?? Biarpun berat, anak adalah titipan yang amat sangat berharga. Makanya tugas dijalanin aja dengan riang gembira. Do the best you can. Jadilah ibu yang bisa dibanggakan oleh anak2 kita. Jangan lupa, seorang ibu cuma manusia biasa yang tidak bisa mengawasi anak2nya 24 jam sehari. Karena itu berdoalah, mohon perlindunganNya selalu terhadap anak2 kita. Ingat, semua dimulai dari ibu, bukan dari nenek, atau babysitter atau pembantu. Masa depan anak kita tergantung pada kita.
Hidup ibu.....!!!
"Happiness is a journey, not a destination. .."
Sunday, September 23, 2007
[masih] Usia & Dedikasi Ibu
Tanpa direncana-rencanakan dari sebelumnya, cewe-cewe di keluargaku tiba-tiba berkumpul.. Ada ibuku, tetehku, dua kakak iparku Inge & Nurul, ada Awntie Diah & anaknya, Inggit. Ada juga kedua adik perempuan ibu. Bahkan Sazline juga hadir, jadi cewe paling imut diantara kita-kita.
..seru juga..!!
Entah kenapa akhir-akhir ini aku begitu sensitif dengan masalah umurku.
Entah karena topik pembicaraan memang selalu mengarah kesana, atau karena aku memang sedang over sensitif sama topik ini.
Inge, Nurul,Ike dan aku satu usia. Lahir di tahun yang sama, cuma beda bulan.
Nurul & Ike sekarang sudah berfikir mau hamil anak kedua.
Karena Ike merasa Ghulam udah mau play group, cukup buat dikasih adek. Sedangkan Nurul berfikir kasihan si ade ga ada temennya.
Dan Inge, kehamilannya menginjak usia ke 6 bulan.
Semua menghitung-hitung, kalau aku mau mengejar ketinggalan dan mau anakku masih satu angkatan dengan anak-anak mereka, paling lambat aku harus menikah bulan ini juga (hahaha ga mungkin banget). Dengan anggapan itupun belum tentu bisa langsung punya anak.
Topik itu menjadi topik yang seru banget..
Tapi malam ini aku tercenung.
Oh my God... i've been wasting my time!!
I feel so old... and got nothing.
Ibu bahkan berkata, dia udah merasa renta banget. Tahun ini masih bisa gendong-gendong Sazline. Nanti giliran anaknya Inge lahir belum tentu Ibu masih kuat.
Lalu apalagi nanti giliran anakku?
Apa mungkin bisa ibu masih cukup sesehat ini untuk menyaksikan anakku nanti lahir?
Anak...?
Haduh Arin..
Cari calon papanya dulu!
Saturday, September 22, 2007
Usia dan Dedikasi Ibu
Ibu paling tidak mau memperlihatkan rasa sakitnya padaku kalau sakitnya sedang kambuh.
Hanya padaku dia selalu menyembunyikan itu.
Padahal aku yang mengurusi dan menunguinya di masa-masa beliau dirawat di Rumah Sakit. jadi mana mungkin aku lupa dan tidak tahu pertanda kalau ibu sedang dilanda kesakitan tapi berpura-pura baik-baik saja?
Aku sering sekali memperhatikan jemari tangan ibuku akhir-akhir ini. Tangannya begitu gemetaran ketika dia sedang memegang sesuatu. Her hands are shaking.
Padahal dia tidak sedang merasa lapar, atau sedang sakit.
Tangannya hanya bergetar.
Seperti di cerita-cerita yang pernah aku baca. Bahwa banyak orang yang sudah tua tangannya bergetar tanpa sebab karena penyakit ketuaan.
Aku termangu....
Hal ini sangat mengganggu fikiranku.
Padahal ibu tidak apa-apa. Ibu masih sehat. Masih bisa mengurus pekerjaan rumah, masih menangani pasien-pasiennya, masih bisa gendong Sazline, ponakanku yang masih berumur 11 bulan.
Tetapi tangannya bergetar hampir setiap waktu.
Padahal tangan itu yang dulu berdedikasi mengurusi aku dan kelima kakak-kakakku dari sejak kecil. Tangan yang memandikan, menyuapi, menggendong kami siang dan malam.
Tangan yang membesarkan kami. Sepasang tangan yang agung.
Tangan yang puluhan tahun membantu ratusan pasien-pasiennya.
Jelmaan tangan Tuhan.
Aku merasa hatiku teriris melihat wanita yang paling kusayangi dalam hidupku sedang digerogoti oleh ketuaannya. Dan itu hanya bisa dihadapinya sendiri.
There's nothing i can do to help her.
Maafin Neng ya Bu... Neng gak bisa bantu meringankan penderitaan Ibu.
.....
Atau...apakah ada semacam fisioterapi untuk penyakit ini?
Tentang Kaastangel dan Impian hidup
Masih (belum) seperti yang aku harapkan, bahwa ramadhan berikutnya sudah ada seorang laki-laki bernama 'suami' yang kuurusi makan sahurnya, ada suara tangsan bayi yang ngerecokin waktu sahurku.
Nope.
Ramadhan tahun ini masih sama, semuanya.
Masih mengurusi sahur & buka untuk Ibunda tercinta seorang, meski itupun hanya bisa dilakukan setiap weekend di Bandung. Dilema juga sih, harus menjalani puasa berjauhan dengan keluarga.
Dan seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya, ada hobby yang udah mau 3 tahun ini dijadikan bisnis sampingan.
Yup.. Kaastangel..!
Mungkin berawal dari kesukaanku sama kue yang satu itu, jadilah lama-lama aku jadi mengkhususkan diri expert dalam kue yang satu itu.
Bukan aku lho yang bilang expert. Hampir setiap yang makan kaastangel ku pasti bilang enak, dan ujung-ujungnya mereka pada pesen minta dibikinin. Mulailah semangat bisnisku muncul. Toh bikin kaastangel ga pernah kerasa capek kok. Fun banget, malah.
Sejujurnya, masalah Kaastangel ini 'dalem' banget buat hidupku, sebenernya.
Berawal dari keinginan untuk menguasai sesuatu yang akhirnya diakuin orang. Apa aja deh walaupun itu sesederhana membuat kue lebaran.
Aku kok merasa kalau 'mempelajari' segala sesuatu tuh selalu setengah-setengah ya?
Ngga pernah ada yang berjalan beres sampe beres.
Seperti novel aku yang ngga kelar-kelar itu karena terlalu perfeksionis, ingin serba sempurna jadi malah ngga terbit-terbit novelnya.
Seperti... hmmm belajar nyetir mobil? Nyetirnya udah bisa, udah lancar, tapi karena pas latihan parkir nabrak dinding, jadi ngga diterusin deh belajarnya.
Seperti belajar berenang, yang cuma bisa meluncur dan maju dikit-dikit gaya campuran.. ya gaya nggak jelas gitu pecampuran gaya kodok gaya dada dan gaya foto model..huahua
Seperti semangat tinggi ingin bikin butik, yang akhirnya ngambang juga.. Kalau yang satu ini sih jelas-jelas karena modalnya belum cukup dan aku belum siap melepaskan pekerjaan untuk sepenuhnya berbisnis
Ya...
Mungkin Kaastangel inilah satu-satunya yang boleh jadi udah kepegang celahnya.
Aduh.. wanita-wanita hebat lainnya sudah sampai menjelajahi bulan, ada yang menjadi ilmuwan penemu obat kanker. Ada yang ilmuwan nuklir.. hebat-hebat deh.
Lha aku? cuma kaastangel ini aja yang kayaknya bar bisa dibanggain. Mudah-mudahan sih yang lainnya menyusul. Aminn..
Mudah-mudahan sih ramadhan-ramadahan nanti nya. Akan ada seseorang bernama 'suami' yang akan memuji Kaastangel ku lalu bangga kepadaku walaupun aku tidak menemukan serum penyembuh kanker.
Haduh... kenapa sih aku selalu membahas suami dan pernikahan?
Pathetic, Arin!
Monday, July 9, 2007
Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna
Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna
Oleh : unknown
Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna
Just an Article
Artikel Bebas 22 Oktober 2002 - 16:46
Kenapa Telat Nikah ??
Ada beberapa sebab seseorang telat nikah, dan Akh Indra Hermawan mengirimkan tulisan ini untuk anda, Buat merenungi, kenapa telat nikah.
SELERA TINGGI
Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur'an, pinter ceramah..[aduh..banyak sekali !!].Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di super market jelas ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah... Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.
STUDY ORIENTED
Banyak juga yang telat nikah karena study oriented.Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo'butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering terjadi.
PUNYA APA-APA DULU
Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain oranmg untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus...[untuk apa yaa?]. Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??]. HP,kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus....
ORANG TUA PINGIN.....
Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya..., demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu prang tua dulu lah, jangan terlalu muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu.....Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo' si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo' mau nikah cepat.
NIKAH ITU SUSAH
Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo' udah punya anak, tambah susah lagi dong... Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini.....
PERNAH GAGAL
Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.
PERSAINGAN KETAT
Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. bahkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.
Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat, lima..... akhirnya usiapun beranjak tua.
_______________
Disadur ulang oleh inDra hermAwan dari majalah EL-FATA, edisi 05/II/2002. Semoga bermanfaat !!!!
Wednesday, July 4, 2007
Virgo Today
Yup.. too many things that rage in my head lately.. Arrrghhhh...
