Ada hal-hal yang berulang kali datang, pergi, ke dalam benak saya dan suami.
Sebuah mimpi, (atau ambisi?) atau justru sebuah desakan kebutuhan hidup..entah apa nama yang tepat, tapi fikiran-fikiran dan rencana-rencana besar terkadang lewat, datang dan pergi memenuhi kepala kita berdua.
Entah apakah jalan untuk mewujudkannya memang belum dibuka oleh Tuhan, entah karena kita ragu-ragu melangkah atau apakah ini memang hanya fikiran-fikiran gila yang kerap datang dan pergi, padahal jelas-jelas jalan menuju kesana sudah buntu, dan kita masih belum bisa menerima kenyataan itu dan masih berharap suatu hari jalan kesana masih ada?
entah berapa kali harus saya katakan, bahwa saya sangat menyayangi laki-laki ini.
suami saya.
bukan mencintai karena hal-hal yang dia punya atau dia tidak punya, bukan karena sifat-sifat baiknya selalu membuat saya terharu,
dia tidak selalu sempurna.
dia mempunyai kekurangan,kelemahan,dia juga kadang-kadang menyakiti perasaan dan ego saya, begitupun juga saya terhadapnya.
tetapi perasaan sayang ini, selalu sanggup membuat saya menerima dirinya apa adanya, memaafkan dirinya seperti dia selalu memaafkan ketidaksempurnaan saya.
saya menyayanginya, karena dia selalu mendukung saya, walau terkadang mimpi-mimpi saya mungkin tidak masuk akal.
Tiga hari yang lalu, seorang mantan manager di perusahaan tempat saya bekerja dulu, menawarkan sebuah kesempatan untuk bekerja lagi di perusahaannya yang baru.
You know what,
It was amazing.
Disaat saya sudah 'hampir' tidak memiliki keyakinan lagi terhadap diri saya sendiri,
disaat saya sudah sampai pada titik dimana saya sudah menyerah pada mimpi-mimpi dan ambisi saya untuk kembali bekarir,
dan disaat orang-orang yang tidak bertanggung jawab sudah mulai sekurang-ajar-kurang ajarnya meng-underestimate saya sehingga hampir mematikan karakter diri saya,
tawaran itu datang.
sebuah pekerjaan yang bagus, di perusahaan besar di jakarta, yang berstandar gaji dolar ditawarkan pada saya, saya yang sudah hampir terkubur didalam tumpukan setrikaan,cucian,lap pel,bumbu masakan dan susu bayi...
ketika tawaran itu datang, yang pertama kali muncul di dalam bayangan saya, adalah dua wajah mungil bernama Kayla dan Alyka.
Dua makluk menakjubkan kiriman Tuhan, yang sudah tiga tahun ini memenuhi hidup saya dan suami.
Tuhan, Apa yang harus saya lakukan dengan Kayla, dan Alyka..?
bahkan di dalam semangat dan dukungan yang besar dari suami saya,
ayah dari Kayla dan Alyka,
saya melihat genangan air mata ketidakrelaannya untuk menelantarkan mereka berdua.
Ah,,,
kenapa sih, hal seperti ini selalu lagi, lagi dan lagi, muncul di tengah-tengah ketenangan hidup kami. Dan lagi, selalu dengan pertanyaan besar tanpa jawaban, tanpa jalan keluar?
Hufffffftttttttt....
Tuesday, April 10, 2012
Saturday, February 18, 2012
melihat rumput para tetangga....
Tumben, hari ini saya hampir lupa kalau ini hari Sabtu, malam minggu, hari yang (biasanya) begitu menyebalkan.
Hari ini saya mengalami dua hal baru yang dari dulu saya impi-impikan. Akhirnya terjadi hari ini.
Saya cerita dari hal yang ngga penting dulu ya.. tapi masih hal yg saya impikan sih. Yaitu diijinkan naik motor (selain hanya keliling komplek) sendirian. Biasanya, suamiku paling nggak ijinin aku untuk naik motor sendiri diluar komplek. Tapi kali ini dia ijinkan saya pulang dari gedung ke rumah bawa motor sendiri. iiiihhhh senangnya deh...akhirnya dia percaya aku..
Yang kedua....
Hari ini, adalah hari pertama saya menjalani bisnis catering.
That's my old dream. but it does come true.
Memang, saya mungkin hanya 20-30 persen terlibat. Belum terjun bebas, tapi saya bahagia karena Tuhan, dengan segala kuasa dan kasih sayangnya, ternyata medengarkan doa-doa saya..
Biasanya, Wedding Organizer kita tidak menangani catering, walaupu kita terima order catering, tetapi nanti kita memakai jasa katering orang lain.
Pertengahan tahun 2011 saya mulai mengajukan keinginan saya sama mama, bawa saya ingin mengelola catering, supaya order-order WO kita nggak usah memakai jasa orang lain.
AKhirnya awal tahun 2012 kita mulai terima order-order paket pernikahan plus catering.
Dengan segala khidmat kami, kami terjun bebas di hari ini, memulai sebuah pengalaman baru yang Alhamdulillah bisa kami lewati dengan lancar,menyenangkan,walapun mugkin masih banyak banget kekurangan.
Saya setengah terkejut, setengah kagum sama para pegawai WO kita, yang tidak biasanya bekerja sesemangat ini. Entah apa karena mereka diberikan seragam baru, atau karena mereka juga sama seperti saya, menyukai suasana baru, tantangan baru, sehingga menyegarkan semangat hidup kita.
Dari awal, saya berusaha untuk tidak terlalu excited. Padahal sebenarnya, saya sangat ingin meloncat-loncat kegirangan untuk kesempatan yang diberikan Tuhan ini. didalam hati saya hanya bisa terus-terusan berkata,,
Ya Tuhan, sebegitu sayangnyakah Engkau padaku, sampai aku diberikan kesempatan yang seindah ini?
Lebaaaayyyyyy yaaaa !#@$%&^%!*
Tuhan, dengan segala kuasanya, lagi-lagi menolongku melewati hari ini dengan baik. sangaat manis. I dont know how to Thank U, Ya Allah..
..
Hari ini saya mengalami dua hal baru yang dari dulu saya impi-impikan. Akhirnya terjadi hari ini.
Saya cerita dari hal yang ngga penting dulu ya.. tapi masih hal yg saya impikan sih. Yaitu diijinkan naik motor (selain hanya keliling komplek) sendirian. Biasanya, suamiku paling nggak ijinin aku untuk naik motor sendiri diluar komplek. Tapi kali ini dia ijinkan saya pulang dari gedung ke rumah bawa motor sendiri. iiiihhhh senangnya deh...akhirnya dia percaya aku..
Yang kedua....
Hari ini, adalah hari pertama saya menjalani bisnis catering.
That's my old dream. but it does come true.
Memang, saya mungkin hanya 20-30 persen terlibat. Belum terjun bebas, tapi saya bahagia karena Tuhan, dengan segala kuasa dan kasih sayangnya, ternyata medengarkan doa-doa saya..
Biasanya, Wedding Organizer kita tidak menangani catering, walaupu kita terima order catering, tetapi nanti kita memakai jasa katering orang lain.
Pertengahan tahun 2011 saya mulai mengajukan keinginan saya sama mama, bawa saya ingin mengelola catering, supaya order-order WO kita nggak usah memakai jasa orang lain.
AKhirnya awal tahun 2012 kita mulai terima order-order paket pernikahan plus catering.
Dengan segala khidmat kami, kami terjun bebas di hari ini, memulai sebuah pengalaman baru yang Alhamdulillah bisa kami lewati dengan lancar,menyenangkan,walapun mugkin masih banyak banget kekurangan.
Saya setengah terkejut, setengah kagum sama para pegawai WO kita, yang tidak biasanya bekerja sesemangat ini. Entah apa karena mereka diberikan seragam baru, atau karena mereka juga sama seperti saya, menyukai suasana baru, tantangan baru, sehingga menyegarkan semangat hidup kita.
Dari awal, saya berusaha untuk tidak terlalu excited. Padahal sebenarnya, saya sangat ingin meloncat-loncat kegirangan untuk kesempatan yang diberikan Tuhan ini. didalam hati saya hanya bisa terus-terusan berkata,,
Ya Tuhan, sebegitu sayangnyakah Engkau padaku, sampai aku diberikan kesempatan yang seindah ini?
Lebaaaayyyyyy yaaaa !#@$%&^%!*
Tuhan, dengan segala kuasanya, lagi-lagi menolongku melewati hari ini dengan baik. sangaat manis. I dont know how to Thank U, Ya Allah..
..
Tuesday, February 14, 2012
My kids, my saviors
5.30pm.
i was visiting a friend. my past bestfriend.
dia sebenernya temen smp saya, hampir 16 tahun lebih ngga ketemu dia. Tapi sejak tau ternyata suaminya adalah temen smp/sma suamiku, then we're started to play along again.
menemukan teman lama, rasanya seperti menemukan harta karun terpendam yang lama kita simpan.
she was ill. di hari yang sama saya mengunjungi dia, pagi harinya dia sempet dibawa ke UGD sebuah rumah sakit dan menjalani rawat jalan. oksigen, infus, blood test, semua dijalaninya.
she was ill, but not as sick as her heart.
saya tidak berniat menceritakan permasalahan keluarganya disini, saya hanya teringat pada diri saya sendiri dan lalu bisa berkata bahwa.....
hey, i'm not alone!
Diluar sana, banyak perempuan, istri, ibu, yang perjalanannya sama atau bahkan lebih sulitnya dengan perjalanan saya.
Terkadang, sebegitu susahnya menghadapi semua, rasanya ingin menyerah pada hidup, ingin pergi sejauh mungkin dan menghilang......
Tapi....Anakku...
anak-anakku, yang kukandung dengan indahnya selama 9 bulan, yang ikhlas kulahirkan walau bertarung dengan maut..
Mana bisa kutinggalkan, kulupakan, kubiarkan sendirian hidup di dunia ini?
maka disaat sulit, disaat harapan dan semangat semuanya pergi meninggalkan saya,
anak-anakku menyelamatkanku,
dengan senyum-senyum nakalnya....dengan kelucuan-kelucuannya, dengan kasih sayang tulus dari bening mata mereka...
Ah...apa sanggup saya menyerah pada kehidupan lalu menelantarkan mereka?
Akan jadi apa mereka nanti kalau kita tidak ada?
Saya rasa, anak-anakku itu adalah malaikat pelindung yang dikirim Tuhan untuk selalu menjagaku.
Terima kasih, ya Allah...
i was visiting a friend. my past bestfriend.
dia sebenernya temen smp saya, hampir 16 tahun lebih ngga ketemu dia. Tapi sejak tau ternyata suaminya adalah temen smp/sma suamiku, then we're started to play along again.
menemukan teman lama, rasanya seperti menemukan harta karun terpendam yang lama kita simpan.
she was ill. di hari yang sama saya mengunjungi dia, pagi harinya dia sempet dibawa ke UGD sebuah rumah sakit dan menjalani rawat jalan. oksigen, infus, blood test, semua dijalaninya.
she was ill, but not as sick as her heart.
saya tidak berniat menceritakan permasalahan keluarganya disini, saya hanya teringat pada diri saya sendiri dan lalu bisa berkata bahwa.....
hey, i'm not alone!
Diluar sana, banyak perempuan, istri, ibu, yang perjalanannya sama atau bahkan lebih sulitnya dengan perjalanan saya.
Terkadang, sebegitu susahnya menghadapi semua, rasanya ingin menyerah pada hidup, ingin pergi sejauh mungkin dan menghilang......
Tapi....Anakku...
anak-anakku, yang kukandung dengan indahnya selama 9 bulan, yang ikhlas kulahirkan walau bertarung dengan maut..
Mana bisa kutinggalkan, kulupakan, kubiarkan sendirian hidup di dunia ini?
maka disaat sulit, disaat harapan dan semangat semuanya pergi meninggalkan saya,
anak-anakku menyelamatkanku,
dengan senyum-senyum nakalnya....dengan kelucuan-kelucuannya, dengan kasih sayang tulus dari bening mata mereka...
Ah...apa sanggup saya menyerah pada kehidupan lalu menelantarkan mereka?
Akan jadi apa mereka nanti kalau kita tidak ada?
Saya rasa, anak-anakku itu adalah malaikat pelindung yang dikirim Tuhan untuk selalu menjagaku.
Terima kasih, ya Allah...
Wednesday, February 8, 2012
Cinta Sejati...?
Lately, saya sedang 'Mellow' tingkat dewa.
Merasa segala yang saya kerjakan selalu salah, merasa tidak lagi percaya bahwa cinta sejati itu ada. Setidaknya dalam kehidupan saya.

Entah apakah ini terjadi juga sama semua orang, atau hanya pada saya yang sedang Mellow. Tapi jika melihat foto-foto pernikahan dulu, rasanya pengen nangis habis-habisan. Saya kurang yakin apa alasannya, tetapi saya, seperti saat ini, selalu menangis melihat foto-foto itu. Seolah keyakinan saya tentang sejatinya sebuah kasih sayang, yang hari itu saya ikrarkan dengan syahdunya, sedang diuji habis-habisan saat ini.
Saya tidak pernah ragu tentang perasaan kasih saya. Saya merasa bahwa cadangan rasa sayang saya untuk dia akan cukup stoknya sampai akhir hayat nanti. Bahkan rasanya bertambah besar sedikit demi sedikit sampai kadang-kadang terasa nyesek di dada.
Too much love will kill you, katanya.
Mungkin itu memang benar. Terlalu menyayangi dia kadang membuat sesak nafas karea perasaan yang meluap-luap. Padahal katanya Allah itu pencemburu, kita tidak boleh menyayangi sesuatu/seseorang melebihi sayang kita kepadaNya.
Tapi bukankah Allah juga pastinya yang menumbuhkan perasaan-perasaan ini.
Pada satu titik, ketika kita terlalu menyayangi sesuatu atau seseorang, kita akan menjadi posesif, menjadi takut kehilangan, menjadi curiga, cemburu, lalu akhirnya kita menjadi pribadi yang menyebalkan. Mungkin itu yang sedang terjadi dalam diri saya.
Saya terkadang merasa begitu tak berarti sampai takut pada akhirnya dia akan mencari seseorang yang dianggapnya lebih berarti untuk menghabiskan sisa hidup bersama.
Mellow banget kan?
Intinya, mungkin saya harus berubah. Mungkin saya harus lebih menyayangi diri saya sendiri berpuluh-puluh persen lebih banyak supaya saya tidak pernah merasa diri saya kurang berarti sehingga membiarkan perasaan-perasaan aneh hampir setengah membunuh saya.
Seandainya saja, dia sedikit lebih mengerti bahwa terkadang keyakinan dan kepercayaan itu bukan benda-benda yang bisa dibeli di pasar malam. Tapi sesuatu yang kadang harus dia tunjukkan, dia katakan, dia buktikan,walaupun dengan hal yang kecil.
Entahlah.
Saya memang sedang mellow.

Entah apakah ini terjadi juga sama semua orang, atau hanya pada saya yang sedang Mellow. Tapi jika melihat foto-foto pernikahan dulu, rasanya pengen nangis habis-habisan. Saya kurang yakin apa alasannya, tetapi saya, seperti saat ini, selalu menangis melihat foto-foto itu. Seolah keyakinan saya tentang sejatinya sebuah kasih sayang, yang hari itu saya ikrarkan dengan syahdunya, sedang diuji habis-habisan saat ini.
Saya tidak pernah ragu tentang perasaan kasih saya. Saya merasa bahwa cadangan rasa sayang saya untuk dia akan cukup stoknya sampai akhir hayat nanti. Bahkan rasanya bertambah besar sedikit demi sedikit sampai kadang-kadang terasa nyesek di dada.
Too much love will kill you, katanya.
Mungkin itu memang benar. Terlalu menyayangi dia kadang membuat sesak nafas karea perasaan yang meluap-luap. Padahal katanya Allah itu pencemburu, kita tidak boleh menyayangi sesuatu/seseorang melebihi sayang kita kepadaNya.
Tapi bukankah Allah juga pastinya yang menumbuhkan perasaan-perasaan ini.
Pada satu titik, ketika kita terlalu menyayangi sesuatu atau seseorang, kita akan menjadi posesif, menjadi takut kehilangan, menjadi curiga, cemburu, lalu akhirnya kita menjadi pribadi yang menyebalkan. Mungkin itu yang sedang terjadi dalam diri saya.
Saya terkadang merasa begitu tak berarti sampai takut pada akhirnya dia akan mencari seseorang yang dianggapnya lebih berarti untuk menghabiskan sisa hidup bersama.
Mellow banget kan?
Intinya, mungkin saya harus berubah. Mungkin saya harus lebih menyayangi diri saya sendiri berpuluh-puluh persen lebih banyak supaya saya tidak pernah merasa diri saya kurang berarti sehingga membiarkan perasaan-perasaan aneh hampir setengah membunuh saya.
Seandainya saja, dia sedikit lebih mengerti bahwa terkadang keyakinan dan kepercayaan itu bukan benda-benda yang bisa dibeli di pasar malam. Tapi sesuatu yang kadang harus dia tunjukkan, dia katakan, dia buktikan,walaupun dengan hal yang kecil.
Entahlah.
Saya memang sedang mellow.
BAB yang hilang....
Dua hari yang lalu, saya menonton sebuah acara yang bernama BAB yang Hilang di KOMPASTV..
saya sudah mendengar tentang hal ini bertahun-tahun yang lalu sih, tetapi masih samar-samar dan setengah tidak peduli.
Hari itu, di acara itu, dengan jelasnya dan dengan tenangnya mereka menceritakan bahwa betapa apa yang selama ini kita pelajari di buku sejarah negara kita adalah sebuah rekayasa besar, seongok konspirasi pintar dari seorang laki-laki ambisius yang ingin menguasai negara ini.
Gosh.....! Sialan banget sih.
Berapa juta sih manusia di negara ini..bisa-bisanya dibodohi oleh isu-isu kebohongan yang tak hanya dibukukan, didokumentasikan, sibuatkan lagu himnenya, tapi bahkan dijadikan sebagai undang-undang negara pula..
!@#$%^&**@!^%_)(*&^!@#%$^
Saya tidak hanya kecewa karena seorang panglima besar yang jujur seperti Soekarno tak hanya dipaksa menyerahkan kekuasaan, tapi sampai dijadikan sebagai seseorang bercitra buruk yang lalu dihujat, dibenci dan didemo banyak orang.
Saya juga tak hanya kecewa karena kehebatan genderang isu faham PKI sebegitu dahsyatnya menghancurleburkan kehidupan banyak orang tak bersalah, orang-orang dicap sebagai penganut PKI, lalu diburu, dipenjarakan,bahkan ada yang dibantai sampai mati. Tak cukup sampai disitu, kehancurleburan masih diwariskan pula kepada keturunan-keturunan mereka yang akhirnya menjalani 'trademark' sebagai keturunan PKI. Mereka menjalani berbagai penolakan di masyarakat, dan sulit menghindari berbagai penolakan di lapangan pekerjaan.
Tapi yang paling saya kecewakan adalah betapa saya,dan jutaan anak selama 9 tahun duduk di bangku sekolahan, dengan khidmatnya meyakini apa yang tertulis dalam buku sejarah negara kita, ternyata sudah dibodohi.
Apa yang harus saya katakan pada anak-anak saya kelak jika mereka bertanya?
Apa yang harus saya jelaskan mengenai simpang siur sejarah negara ini?
saya sudah mendengar tentang hal ini bertahun-tahun yang lalu sih, tetapi masih samar-samar dan setengah tidak peduli.
Hari itu, di acara itu, dengan jelasnya dan dengan tenangnya mereka menceritakan bahwa betapa apa yang selama ini kita pelajari di buku sejarah negara kita adalah sebuah rekayasa besar, seongok konspirasi pintar dari seorang laki-laki ambisius yang ingin menguasai negara ini.
Gosh.....! Sialan banget sih.
Berapa juta sih manusia di negara ini..bisa-bisanya dibodohi oleh isu-isu kebohongan yang tak hanya dibukukan, didokumentasikan, sibuatkan lagu himnenya, tapi bahkan dijadikan sebagai undang-undang negara pula..
!@#$%^&**@!^%_)(*&^!@#%$^
Saya tidak hanya kecewa karena seorang panglima besar yang jujur seperti Soekarno tak hanya dipaksa menyerahkan kekuasaan, tapi sampai dijadikan sebagai seseorang bercitra buruk yang lalu dihujat, dibenci dan didemo banyak orang.
Saya juga tak hanya kecewa karena kehebatan genderang isu faham PKI sebegitu dahsyatnya menghancurleburkan kehidupan banyak orang tak bersalah, orang-orang dicap sebagai penganut PKI, lalu diburu, dipenjarakan,bahkan ada yang dibantai sampai mati. Tak cukup sampai disitu, kehancurleburan masih diwariskan pula kepada keturunan-keturunan mereka yang akhirnya menjalani 'trademark' sebagai keturunan PKI. Mereka menjalani berbagai penolakan di masyarakat, dan sulit menghindari berbagai penolakan di lapangan pekerjaan.
Tapi yang paling saya kecewakan adalah betapa saya,dan jutaan anak selama 9 tahun duduk di bangku sekolahan, dengan khidmatnya meyakini apa yang tertulis dalam buku sejarah negara kita, ternyata sudah dibodohi.
Apa yang harus saya katakan pada anak-anak saya kelak jika mereka bertanya?
Apa yang harus saya jelaskan mengenai simpang siur sejarah negara ini?
Tuesday, February 7, 2012
MoM.. where's Mickey, Goofy and everybody?
Udah hampir dua bulan ini kita berhenti dari sebuah tv berlanggan yag selama ini kita pake. Bukan karena apa-apa, tapi Hub pengen nyoba pindah ke tv berlangganan lain yang keliatannya lebih OK.
BTnya, Tv berlangganan yang baru belom dateng pasukan instalasinya, yang lama udah duluan kita stop dari 2 bulan lalu.
Bukannya kita nggak level sama stasiun-stasiun TV lokal, tapi ya memang disini penerimaan sinyal TV nya parah banget, seolah-olah kita tinggal di pedalaman papua yang belum kejangkau sinyal TV.
And the DVD player is also broken. Bagusss..
Kadang saya merasa ini bagus juga. Ngga ada orang yang autis sama acara TV lagi di rumah ini. Dulu, Sumtime program-program TV itu setiap harinya menjadi sumber keributan dan pertengkaran kecil. Between saya dan Hub, between Hub and the kids (rebutan channel,tentunya).
Sumtimes, Hub kritik saya yang semi autis kalo lagi nonton serial Masterchef. Katanya, beberapa prime job saya sebagai MoM and Wife keteteran karena nongkrongin acara itu. In other time, saya yang kritik Hub karna nggak mau ngalah sama anak-anak, dan rebutan channel.
Sekarang semua itu nggak ada. Damai rumah ini dari keributan yang berbau TV. HA!
Tapi Kayla beberapa kali tanya aku..
"Ma, TV nya rusak ya? Mickey, Goofy, sama semuanya pada kemana, Ma?"
Yaa.....saya nggak punya banyak cadangan jawaban, cuma bisa bilang..
"Mereka lagi liburan, nanti juga ada lagi"
Uhhhhh jawaban konyol yang nggak kreatif dan (bohong!)
Upppsssss
BTnya, Tv berlangganan yang baru belom dateng pasukan instalasinya, yang lama udah duluan kita stop dari 2 bulan lalu.
Bukannya kita nggak level sama stasiun-stasiun TV lokal, tapi ya memang disini penerimaan sinyal TV nya parah banget, seolah-olah kita tinggal di pedalaman papua yang belum kejangkau sinyal TV.
And the DVD player is also broken. Bagusss..
Kadang saya merasa ini bagus juga. Ngga ada orang yang autis sama acara TV lagi di rumah ini. Dulu, Sumtime program-program TV itu setiap harinya menjadi sumber keributan dan pertengkaran kecil. Between saya dan Hub, between Hub and the kids (rebutan channel,tentunya).
Sumtimes, Hub kritik saya yang semi autis kalo lagi nonton serial Masterchef. Katanya, beberapa prime job saya sebagai MoM and Wife keteteran karena nongkrongin acara itu. In other time, saya yang kritik Hub karna nggak mau ngalah sama anak-anak, dan rebutan channel.
Sekarang semua itu nggak ada. Damai rumah ini dari keributan yang berbau TV. HA!
Tapi Kayla beberapa kali tanya aku..
"Ma, TV nya rusak ya? Mickey, Goofy, sama semuanya pada kemana, Ma?"
Yaa.....saya nggak punya banyak cadangan jawaban, cuma bisa bilang..
"Mereka lagi liburan, nanti juga ada lagi"
Uhhhhh jawaban konyol yang nggak kreatif dan (bohong!)
Upppsssss
oh it's (already) February..!
Tadinya, saya berniat ingin 'blogging' lagi di awal tahun 2012.
Tapi ternyata,
Ya Tuhan...ini adalah bulan dan minggu-minggu yang berat buat saya bahkan hanya untuk bisa sekedar posting.
It's soooooo Hectic! Hectic yang bikin Headache!
Ups... apakah tadi saya mengumpat?
Gosh...
mungkin cuma Allah yang tahu, betapa lelahnya saya di tahun 2012 ini. Padahal ini baru berjalan 1 bulan 7 hari.
Sebelum bercerita panjang...
let me do the shower......aarrghh i need it the most rite now..
Ya,ya,ya,,,,, it's 11 pm.
tapi sekali lagi......
ITS A HACTIC DAY!
Tapi ternyata,
Ya Tuhan...ini adalah bulan dan minggu-minggu yang berat buat saya bahkan hanya untuk bisa sekedar posting.
It's soooooo Hectic! Hectic yang bikin Headache!
Ups... apakah tadi saya mengumpat?
Gosh...
mungkin cuma Allah yang tahu, betapa lelahnya saya di tahun 2012 ini. Padahal ini baru berjalan 1 bulan 7 hari.
Sebelum bercerita panjang...
let me do the shower......aarrghh i need it the most rite now..
Ya,ya,ya,,,,, it's 11 pm.
tapi sekali lagi......
ITS A HACTIC DAY!
Subscribe to:
Comments (Atom)
