Ada hal-hal yang berulang kali datang, pergi, ke dalam benak saya dan suami.
Sebuah mimpi, (atau ambisi?) atau justru sebuah desakan kebutuhan hidup..entah apa nama yang tepat, tapi fikiran-fikiran dan rencana-rencana besar terkadang lewat, datang dan pergi memenuhi kepala kita berdua.
Entah apakah jalan untuk mewujudkannya memang belum dibuka oleh Tuhan, entah karena kita ragu-ragu melangkah atau apakah ini memang hanya fikiran-fikiran gila yang kerap datang dan pergi, padahal jelas-jelas jalan menuju kesana sudah buntu, dan kita masih belum bisa menerima kenyataan itu dan masih berharap suatu hari jalan kesana masih ada?
entah berapa kali harus saya katakan, bahwa saya sangat menyayangi laki-laki ini.
suami saya.
bukan mencintai karena hal-hal yang dia punya atau dia tidak punya, bukan karena sifat-sifat baiknya selalu membuat saya terharu,
dia tidak selalu sempurna.
dia mempunyai kekurangan,kelemahan,dia juga kadang-kadang menyakiti perasaan dan ego saya, begitupun juga saya terhadapnya.
tetapi perasaan sayang ini, selalu sanggup membuat saya menerima dirinya apa adanya, memaafkan dirinya seperti dia selalu memaafkan ketidaksempurnaan saya.
saya menyayanginya, karena dia selalu mendukung saya, walau terkadang mimpi-mimpi saya mungkin tidak masuk akal.
Tiga hari yang lalu, seorang mantan manager di perusahaan tempat saya bekerja dulu, menawarkan sebuah kesempatan untuk bekerja lagi di perusahaannya yang baru.
You know what,
It was amazing.
Disaat saya sudah 'hampir' tidak memiliki keyakinan lagi terhadap diri saya sendiri,
disaat saya sudah sampai pada titik dimana saya sudah menyerah pada mimpi-mimpi dan ambisi saya untuk kembali bekarir,
dan disaat orang-orang yang tidak bertanggung jawab sudah mulai sekurang-ajar-kurang ajarnya meng-underestimate saya sehingga hampir mematikan karakter diri saya,
tawaran itu datang.
sebuah pekerjaan yang bagus, di perusahaan besar di jakarta, yang berstandar gaji dolar ditawarkan pada saya, saya yang sudah hampir terkubur didalam tumpukan setrikaan,cucian,lap pel,bumbu masakan dan susu bayi...
ketika tawaran itu datang, yang pertama kali muncul di dalam bayangan saya, adalah dua wajah mungil bernama Kayla dan Alyka.
Dua makluk menakjubkan kiriman Tuhan, yang sudah tiga tahun ini memenuhi hidup saya dan suami.
Tuhan, Apa yang harus saya lakukan dengan Kayla, dan Alyka..?
bahkan di dalam semangat dan dukungan yang besar dari suami saya,
ayah dari Kayla dan Alyka,
saya melihat genangan air mata ketidakrelaannya untuk menelantarkan mereka berdua.
Ah,,,
kenapa sih, hal seperti ini selalu lagi, lagi dan lagi, muncul di tengah-tengah ketenangan hidup kami. Dan lagi, selalu dengan pertanyaan besar tanpa jawaban, tanpa jalan keluar?
Hufffffftttttttt....
Tuesday, April 10, 2012
Subscribe to:
Comments (Atom)
