Its been a 'huge' while..
Most everything and everyone has changed.
Saya sudah banyak berubah sejak terakhir meninggalkan blog ini.
Begitu banyak hal yang terjadi, yang tak hanya merubah isi kepala saya, tapi juga merubah banyak hal lainnya.
Hari ini saya merasa ingin kembali menulis,
Entah karena sudah hampir 4 bulan ke belakang ini saya tidak lagi menulis di dalam kolom status sosial media saya. Semua terasa begitu melegakan dengan berhenti menulis hal hal yang sia sia di dalam dunia sosmed yang menghanyutkan itu.
Sebelumnya, apapun yang saya posting sebagai status, caption, bahkan display picture, sebagus atau sesopan apapun, dan bahkan yang samasekali tidak menyindir siapapun, tetap pada akhirnya ada orang-orang yang merasa teganggu. Bahkan ketika berbulan bulan terakhir ini saya hanya memposting gambar atau status mengenai hadits, sunnah rosul, tausiyah, dll. Tetapp saja segelintir orang merasa terganggu.
Itulah ajaibnya dunia sosial media.
Tetapi, saya belum bisa sepenuhnya keluar dari dunia sosmed.
Entahlah,
Kenapa sekarang alat komunikasi yang bernama handphone yang sekarang saya pegang ini, walaupun berisi simcard berisi pulsa penuh, tapi kalau kuota internet kita nol kilobytes, maka kita seperti terputus dari dunia luar, orang-orang berteriak, aku wassap kamu loh tapi ceklis. Lalu ketika anaku tertinggal info sekolahnya, ternyata sudah diumumkan di dalam grup bbm sekolahnya.
Dunia seluler sudah timpang tanpa kuota internet. Dan kuota internet lebih diperlukan untuk aplikasi-aplikasi sosial media.
Ini sudah menjadi kebutuhan stiap orang untuk diakui eksistensinya.
Tetapi bersyukur,
Saya sudh berbulan-bulan berhasil menerapkan prinsip untuk tidak mengumbar foto diri, foto selfie, wefie, atau apapun namanya di dalam sosial media.
Ternyata saya baik-baik saja bahkan jauh lebih baik setelah tidak memajang foto diri saya disana sini. Baru sadar sekarang, apa, ya, manfaatnya bagi diri saya dan bagi orang lain dengan melihat foto-foto saya dari sisi kanan, kiri, atas, bawah, mau makan foto-foto, naik mobil foto-foto, apalagi alasannya kalau bukan karena keinginan untuk dipuji? Kebanggaan diri? Untuk menunjukan pada semua orang, saya bahagia loh, hidup saya senang, anak-anak saya lucu, suami saya sayang sama saya, teman-teman saya banyak.
Astaghfirullah... kalau ingat kelakuan saya dulu-dulu seperti itu, saya sekarang jadi geleng-geleng kepala.
Status, juga begitu.
Tanpa kita sadari, status yang kita tulis di sosmed kita, bagaimanapun pasti akan mempengaruhi orang lain, bisa dalam sisi baik, bisa juga dalam sisi buruk.
Seperti kataku tadi, bahkan disaat saya hanya memasang status "Alhamdulillah.."
Ada juga orang yang merasa terluka membaca itu. Entah karena momennya bersamaan dengan ketika dia sedang mendapatkan musibah, dan saya malah nyukurin itu.
Saat ini, saya biarkan DP bbm saya tidak berubah dari 2 bulan yll, bgitupun dengan status bbm saya. Ternyata itu keputusan yang baik. Hanya satu saja kerugiannya, saya menjadi kehilangan sedikit eksistensi. Biarlah. Toh yang terpenting saya baik-baik saja dengan mereka di dalam dunia nyata, saya masih bersilaturahmi dengan baik.
Semoga di blog ini saya nanti bisa menulis hal-hal yang bermanfaat, untuk siapapun yang membacanya.

0 comments:
Post a Comment